Jumat, 06 Mei 2016

5.Bird & Loftus – Loss Causation


Bird & Loftus – Loss Causation

Bird & Loftus adalah suatu teori yang menggambarkan penyebab terjadinya accident/kecelakaan yang dapat menimbulkan injury/loss seperti berikut ini:
Menurut Bird & Loftus adalah meliputi kejadian-kejadian mendahuluinya berupa perilaku dan kondisi tidak aman, penyebab-penyebab langsung dan rendahnya kontrol managemen. Teori ini menggaris bawahi atau membedakan antara penyebab langsung dengan peran managemen. Dari teori ini sudah terlihat bahwa pada akhirnya sebuah accident terjadi karena menyangkut sistem manajemen.

4.SYSTEMATIC CAUSE AND ANALYSY TOOLS



SYSTEMATIC CAUSE AND ANALYSY TOOLS
SCAT adalah suatu tool yang digunakan untuk mengevaluasi dan menginvestigasi incident dengan menggunakan SCAT chart. SCAT dikembangkan dari ILCI (International Loss Control
Institute) Loss caution Mode.
SCAT Chart adalah metode analisa penyelidikan kecelakaan yang dikembangkan oleh ILSI (International Loss Control Institute). Tidak seperti umumnya metode ataupun teori penyelidikan kecelakaan lainnya yang hanya bertujuan untuk menemukan penyebab kecelakaan, SCAT Chart sengaja dikembangkan untuk menemukan sampai kepada akar permasalahan nya, koreksi atas kegagalan manajemen secara detail, dengan menunjukkan bagian-bagian sub elemen ataupun sub program dari kebijakan manajemen yang kurang layak. Dengan demikian diharapkan rekomendasi dari penyelidikan kecelakaan ini akan bisa memberi koreksi secara tuntas dan bersifat permanen.
SCAT Chart juga dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja meskipun orang tersebut tidak punya pengalaman dalam bidang investigasi. Demikian mudah dan sederhananya cara yang dikembangkan dalam SCAT sehingga dalam waktu 10-15 menit kita sudah menemukan semua potensi Immediate Causes, Basic Causes dan kegagalan management
PT. Prime Safety Indonesia membantu untuk memberikan pelatihan efektif yang dikemas dalam training SCAT, agar para peserta dapat mengembangkan pengetahuannya menganalisa akar permasalahan Incident Ivestigation yang wajib dilakukan oleh setiap Perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Selama 3 hari peserta mengikuti materi: Immediate Cause, Basic Cause, Management Control Recommendation, Analysis Methode, 5-Why, Why-3, Ishikawa, FMEA, SCAT Procedures, Site Investigation Evident serta ditutup dengan Final Discussion dan Studi Kasus
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta menjadi tanggap serta kompeten dalam menggunakan teknik mencari akar permasalahan dari Incident sehingga program rencana tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk menunjang program Zero Accident Perusahaan

Rabu, 04 Mei 2016

3.Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)   

Juga disebut: potensi mode kegagalan dan efek analisis; mode kegagalan, efek dan analisis kekritisan (FMECA). mode kegagalan dan analisis efek (FMEA) adalah pendekatan langkah-demi-langkah untuk mengidentifikasi semua kegagalan yang mungkin dalam desain, proses manufaktur atau perakitan, atau produk atau layanan.

"Modus Kegagalan" berarti cara, atau mode, di mana sesuatu yang mungkin gagal. Kegagalan adalah kesalahan atau cacat, terutama yang mempengaruhi pelanggan, dan dapat potensial atau aktual.
"Analisis Efek" mengacu mempelajari konsekuensi dari kegagalan-kegagalan.
Kegagalan diprioritaskan sesuai dengan seberapa serius konsekuensi mereka, seberapa sering mereka terjadi dan seberapa mudah mereka dapat dideteksi. Tujuan dari FMEA adalah untuk mengambil tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi kegagalan, dimulai dengan yang tertinggi-prioritas.
mode kegagalan dan efek analisis juga mendokumentasikan pengetahuan dan tindakan tentang risiko kegagalan, untuk digunakan dalam perbaikan terus-menerus saat ini. FMEA digunakan selama desain untuk mencegah kegagalan. Kemudian itu digunakan untuk kontrol, sebelum dan selama operasi yang sedang berlangsung proses. Idealnya, FMEA dimulai pada tahap konseptual awal desain dan berlanjut sepanjang kehidupan produk atau jasa.

2.Fault Tree Analysis (FAT)

Fault Tree Analysis (FAT) 

adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu resiko yang berperan terhadap suatu kegagalan.Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top-down, yang diawali dengan sumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak(Top Event).Kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar(Root Cause).

1.Event Tree Analysis



Event tree analysis
Adalah teknik analisis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi urutanperistiwa dalam skenario kecelakaan yang potensial. ETA menggunakan struktur pohon logikavisual yang dikenal sebagai pohon kejadian (ET). Tujuan dari ETA adalah untuk menentukanapakah suatu kejadian akan berkembang menjadi sebuah kecelakaan serius atau jika peristiwatersebut dapat dikendalikan oleh sistem keselamatan dan prosedur yang diterapkan dalam desainsistem. ETA dapat menghasilkan berbagai kemungkinan hasil keluaran dari sebuah kejadianawal, dan dapat memprediksi kemungkinan terjadinya kecelakaan untuk setiap hasil keluaran.

Definisi-definisi pada Teknik ETA Accident scenario
Serangkaian kejadian yang akhirnya mengakibatkan kecelakaan. Urutan kejadian dimulai dengankejadian awal (pemicu) dan biasanya diikuti oleh satu atau lebih peristiwa penting lainnya yangakhirnya mengarah ke keadaan akhir yang tidak diinginkan (terjadi sebuah kecelakaan).

Initiating event (IE)
Kesalahan atau peristiwa yang tidak diinginkan yang memulai awal dari rangkaian kecelakaan.IE dapat mengakibatkan kecelakaan tergantung pada sukses tidaknya pelaksanaan metodepenanggulangan bahaya yang dirancang ke dalam sistem.

Pivotal events
Peristiwa perantara penting yang terjadi antara kejadial awal dan kecelakaan akhir. PEmerupakan kejadian gagal maupun sukses dari metode keselamatan yang ditetapkan untuk mencegah IE agar tidak mengakibatkan sebuah kecelakaan. Jika peristiwa penting bekerjadengan sukses, itu menghentikan kecelakaan skenario dan disebut sebagai peristiwameringankan. Jika peristiwa penting gagal bekerja, maka skenario kecelakaan diperbolehkanuntuk kemajuan dan disebut sebagai acara memberatkan.

Probabilistic risk assessment (PRA)
Metode analisis yang komprehensif, terstruktur, dan logis untuk mengidentifikasi danmengevaluasi risiko pada system teknologi yang kompleks. Tujuan PRA adalah identifikasisecara terperinci terperinci dan penilaian skenario kecelakaan dengan analisis kuantitatif.